Janganlah Mendekati ZINA !!
إن الحمد لله نحمده ونستعينه ونستغفره ونعوذ بالله من شرور أنفسنا ومن
سيئات أعمالنا من يهده الله فلا مضل له ومن يضلل فلا هادي له، وأشهد أن لا
إله إلا الله وأشهد أن محمدا عبده ورسوله e وعلى آله وأصحابه وسلم تسليما
كثيرا وبعد،،
Saudara-saudaraku kaum muslimin,
Sesungguhnya sudah jelas firman Allah dalam Kitab-Nya dan sabda Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam. dalam Sunnahnya serta Ijma’ para Ulama tentang haramnya zina dan bahwasanya dia termasuk kekejian dan dosa besar.
Sesungguhnya sudah jelas firman Allah dalam Kitab-Nya dan sabda Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam. dalam Sunnahnya serta Ijma’ para Ulama tentang haramnya zina dan bahwasanya dia termasuk kekejian dan dosa besar.
Tapi…, kita mendapati banyak kaum muslimin yang terjerumus ke-dalam
jurang kekejian ini, mereka mengikuti hawa nafsu dan syahwat mereka,
lupa kepada Allah dan laranganNya, lupa kepada Rasulullah Shalallahu
‘alaihi wassalam. dan sabdanya lupa kepada para Ulama dan
nasihat-nasihatnya.. Sebagian mereka berusaha untuk menghalalkan zina
dengan ta’wil-ta’wil yang bathil bahwa zina adalah perkosaan, sedangkan
jika berdasarkan ‘suka sama suka’ maka tidak mengapa… Sebagian mereka
bahkan berusaha untuk menipu Allah- dan sesungguhnya mereka tidak menipu
kecuali diri mereka sendiri- dengan berpura-pura menikah dan berperan
seakan-akan suami-istri, padahal si-wanita sudah punya suami di
negerinya atau di tempat lain, dan yang pria hanya berniat memuaskan
nafsunya untuk sementara waktu -naudzu billah-. Atau…, mereka berdalil
dengan ucapan orang-orang Syiah yang bathil tentang kawin mut’ah yang
mana tidak lain adalah penghalalan zina dengan berkedok agama !!!.
Sungguh benar ucapan Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam. :
(ليكونن في أمتي أقوام يستحلون الحر والحرير والخمر والمعازف) صحيح الجامع 5466
“Pasti akan ada dari ummatku suatu kaum yang (berusaha) menghalalkan zina, sutra, khomer (minuman keras), dan alat-alat musik!.” (H.R. Bukhari.)
(ليكونن في أمتي أقوام يستحلون الحر والحرير والخمر والمعازف) صحيح الجامع 5466
“Pasti akan ada dari ummatku suatu kaum yang (berusaha) menghalalkan zina, sutra, khomer (minuman keras), dan alat-alat musik!.” (H.R. Bukhari.)
Saudara-saudaraku kaum muslimin,
Tidakkah anda ingat ucapan Allah Ta’ala dalam KitabNya yang mulya :
Tidakkah anda ingat ucapan Allah Ta’ala dalam KitabNya yang mulya :
]وَلاَ تَقْرَبُواْ الزِّنَى إِنَّهُ كَانَ فَاحِشَةً وَسَاء سَبِيلاً سورة الإسراء [ (سورة الإسراء 32)
Artinya : "Dan janganlah kamu mendekati zina, sesungguhnya zina itu
adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang jelek" (Al Qur’an
Surat Al Isra 32)
Dalam tafsir Kalamul Mannan, Syaikh Abdurrahman Nashir As Sa'di
berkata : "Larangan Allah untuk mendekatii zina itu lebih tegas dari
pada sekedar melarang perbuatannya, karena berarti Allah melarang semua
yang menjurus kepada zina dan mengharamkan seluruh faktor-faktor yang
mendorong kepadanya,”
Maka bisa saya katakan, kalau jalan-jalan dan faktor-faktor yang menuju kepadanya saja dilarang apalagii perbuatannya!.
Sungguh amat keji perbuatan itu dan sungguh amat benar ucapan Allah
bahwa zina adalah Fahisyah yang dikatakan oleh Syaikh Abdurrahman pula
dalam tafsirnya : "Al Fahisyah adalah sesuatu yang dianggap sangat jelek
dan keji oleh Syari'at, oleh akal sehat dan fitrah manusia, karena
mengandung pelanggaran terhadap hak Allah, hak wanita, hak keluarganya
atau suaminya, dan merusak kehidupan rumahtangga serta tercampurnya
(kacaunya) nasab keturunan.”
Dan sering sekali fahisyah di dalam Al-Qur'an ataupun Al-Hadits dimaksudkan dengan zina.
Demi Allah sesungguhnya zina adalah dosa besar... dan bukan masalah
kecil. Ibnu Mas'ud pernah bertanya tentang dosa-dosa besar kepada
Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam : Aku berkata : "Wahai
Rasulullah.., dosa apakah yang paling besar di sisi Allah?
Beliau bersabda : "Engkau menjadikan bersama Allah sekutu yang lain, padahal Dia menciptakan kamu."
Dia (Ibnu Mas'ud) berkata : "Kemudian apa?"
Beliau bersabda : "Engkau membunuh anak kamu karena khawatir dia makan bersama kamu."
Dia berkata :"kemudian apa?"
Beliau bersabda : "Engkau berzina dengan istri tetanggamu."
Kemudian Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam. membacakan ayat (tentang sifat-sifat Hamba-hamba Allah Ar-Rahman) diantaranya Allah mengatakan:
]وَالَّذِينَ لَا يَدْعُونَ مَعَ اللَّهِ إِلَهًا آخَرَ وَلَا يَقْتُلُونَ النَّفْسَ الَّتِي حَرَّمَ اللَّهُ إِلَّا بِالْحَقِّ وَلَا يَزْنُونَ وَمَن يَفْعَلْ ذَلِكَ يَلْقَ أَثَامًا*يُضَاعَفْ لَهُ الْعَذَابُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَيَخْلُدْ فِيهِ مُهَانًا [ ( الفرقان : 68-69)
Artinya : “Yaitu orang-orang yang tidak menyeru bersama Allah sesembahan yang lain dan tidak membunuh jiwa yang diharamkan Allah kecuali dengan hak dan tidak berzina. Dan barang siapa melakukan yang demikian akan mendapatkan dosa, akan dilipat gandakan adzabnya pada hari kiamat dan kekal di dalamnya dengan terhina.” Al Qur’an Surat Al Furqan 68 – 69.
Demikianlah diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim.
Beliau bersabda : "Engkau menjadikan bersama Allah sekutu yang lain, padahal Dia menciptakan kamu."
Dia (Ibnu Mas'ud) berkata : "Kemudian apa?"
Beliau bersabda : "Engkau membunuh anak kamu karena khawatir dia makan bersama kamu."
Dia berkata :"kemudian apa?"
Beliau bersabda : "Engkau berzina dengan istri tetanggamu."
Kemudian Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam. membacakan ayat (tentang sifat-sifat Hamba-hamba Allah Ar-Rahman) diantaranya Allah mengatakan:
]وَالَّذِينَ لَا يَدْعُونَ مَعَ اللَّهِ إِلَهًا آخَرَ وَلَا يَقْتُلُونَ النَّفْسَ الَّتِي حَرَّمَ اللَّهُ إِلَّا بِالْحَقِّ وَلَا يَزْنُونَ وَمَن يَفْعَلْ ذَلِكَ يَلْقَ أَثَامًا*يُضَاعَفْ لَهُ الْعَذَابُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَيَخْلُدْ فِيهِ مُهَانًا [ ( الفرقان : 68-69)
Artinya : “Yaitu orang-orang yang tidak menyeru bersama Allah sesembahan yang lain dan tidak membunuh jiwa yang diharamkan Allah kecuali dengan hak dan tidak berzina. Dan barang siapa melakukan yang demikian akan mendapatkan dosa, akan dilipat gandakan adzabnya pada hari kiamat dan kekal di dalamnya dengan terhina.” Al Qur’an Surat Al Furqan 68 – 69.
Demikianlah diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim.
Bahkan Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam mengatakan bahwa yang
paling banyak menjerumuskan manusia ke dalam neraka adalah mulut dan
farji (kemaluan). Beliau bersabda :
(أكثر ما يدخل الناس النار الفم والفرج) رواه الترمذي وابن حبان في صحيحه
“Yang paling banyak menjerumuskan manusia ke-dalam neraka adalah
mulut dan kemaluan.” (H.R. Turmudzi dan dia berkata hadits ini
shahih.)
Maka pantaslah kalau tentang hal ini Imam Ahmad mengatakan: “Aku
tidak tahu ada dosa yang lebih besar setelah membunuh jiwa dari pada
zina,”
Dan Ibnu Mas’ud berkata : “Tidaklah muncul riba dan zina pada suatu daerah kecuali Allah akan mengizinkan kehancurannya.”
Dan Ibnu Mas’ud berkata : “Tidaklah muncul riba dan zina pada suatu daerah kecuali Allah akan mengizinkan kehancurannya.”
Maka jelaslah masalah buruknya zina, Allah mengatakan bahwa zina
adalah perbuatan keji dan jalan yang sangat buruk, Rasulullah bersabda
bahwa zina adalah dosa besar yang banyak menjerumuskan manusia ke dalam
neraka, demikian pula para Ulama. Sedangkan akal sehat dan fitrah
bisa kita tanyakan pada diri kita sendiri……….
Bagaimana jika istri kita sendiri yang dizinai…?
Atau Ibu kita? atau anak perempuan kita? Atau kakak dan adik perempuan kita?
Atau Ibu kita? atau anak perempuan kita? Atau kakak dan adik perempuan kita?
Demikianlah cara berfikir yang diajarkan oleh Rasulullah Shalallahu
‘alaihi wassalam. ketika datang kepadanya seorang pemuda dan berkata:
“Wahai Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam. izinkanlah aku untuk berzina !”
Maka para sahabat segera melarangnya dengan marah.
Kemudian Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam. bersabda : “Mendekatlah!” Maka dia mendekat kepadanya. Kemudian bersabda: “Duduklah!” Maka dia duduk. Kemudian Beliau bersabda: “Sukakah kalau itu terjadi pada ibumu?”
Dia menjawab : “Tidak. Demi Allah, aku sebagai jaminan untukmu.”
Beliau bersabda : “Demikian pula manusia seluruhnya tidak suka zina itu terjadi pada ibu-ibu mereka.”
Kemudian Beliau bertanya lagi : “Sukakah kalau itu terjadi pada anak perempuanmu?”
Dan pemuda itu menjawab seperti tadi.
Demikianlah selanjutnya Beliau bertanya jika itu terjadi pada saudara perempuannya, bibinya dst. Atau sebagaimana diriwayatkan oleh Imam Ahmad dalam musnadnya.
“Wahai Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam. izinkanlah aku untuk berzina !”
Maka para sahabat segera melarangnya dengan marah.
Kemudian Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam. bersabda : “Mendekatlah!” Maka dia mendekat kepadanya. Kemudian bersabda: “Duduklah!” Maka dia duduk. Kemudian Beliau bersabda: “Sukakah kalau itu terjadi pada ibumu?”
Dia menjawab : “Tidak. Demi Allah, aku sebagai jaminan untukmu.”
Beliau bersabda : “Demikian pula manusia seluruhnya tidak suka zina itu terjadi pada ibu-ibu mereka.”
Kemudian Beliau bertanya lagi : “Sukakah kalau itu terjadi pada anak perempuanmu?”
Dan pemuda itu menjawab seperti tadi.
Demikianlah selanjutnya Beliau bertanya jika itu terjadi pada saudara perempuannya, bibinya dst. Atau sebagaimana diriwayatkan oleh Imam Ahmad dalam musnadnya.
Dan cukup untuk mencontohkan marahnya seseorang karena cemburu, apa
yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim dari Sa’ad bin Ubadah
Radiyallahu ‘anhu bahwa dia berkata: “Kalau aku melihat seorang
laki-laki bersama istriku akan aku pukul dengan pedangku tanpa aku
ma’afkan.”
Bagaimana pendapat anda dengan kecemburuan Sa’ad bin Ubadah? Jangan
kalian anggap ini berlebihan ! Ketahuilah bahwa inilah yang hak,
bahkan kalau ada seorang yang tidak marah ketika melihat istrinya
bersama laki-laki lain maka inilah yang disebut oleh Rasulullah
Shalallahu ‘alaihi wassalam. dengan “Dayyuts” yang tidak akan masuk
surga. Dengarlah apa kata Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam.
ketika mendengar ucapan Sa’ad Radiyallahu ‘anhu :
(أتعجبون من غيرة سعد؟ والله لأنا أغير منه، والله أغير مني، ومن أجل غيرة الله حرم الفواحش ما ظهر منها وما بطن ) رواه البخاري (7416)، ومسلم(1499) (17) متفق عليه.
“Apakah kalian heran dengan kecemburuan Sa’ad? Demi Allah aku lebih cemburu dari padanya, dan Allah lebih cemburu dari padaku. Dan karena kecemburuan itulah Allah mengharamkan seluruh fahisyah yang lahir ataupun yang bathin.” (H. R. Bukhari dan Muslim).
(أتعجبون من غيرة سعد؟ والله لأنا أغير منه، والله أغير مني، ومن أجل غيرة الله حرم الفواحش ما ظهر منها وما بطن ) رواه البخاري (7416)، ومسلم(1499) (17) متفق عليه.
“Apakah kalian heran dengan kecemburuan Sa’ad? Demi Allah aku lebih cemburu dari padanya, dan Allah lebih cemburu dari padaku. Dan karena kecemburuan itulah Allah mengharamkan seluruh fahisyah yang lahir ataupun yang bathin.” (H. R. Bukhari dan Muslim).
Bersambung ke “Awas !!! Pacaran = Mendekati Zina” (2)
(Ditulis oleh al Ustadz Muhammad Umar as Sewed dengan judul لا تقربوا
الزناJANGANLAH MENDEKATI ZINA, di Islamic Center Unaizah, King of
Saudi Arabia, saat beliau belajar pada syaikh Muhammad bin Sholih al
Utsaimin rahimahullah.)
No comments:
Post a Comment